Martabak Alim

Martabak Alim

warung malam

Kuning-hijau di pinggir jalan. Adonan di wajan, bukan di keranjang daring.

Martabak Alim

Martabak Alim lahir dari warung mie yang macet. Suhuanto Alim berjualan mie dari 1993 sampai 2007 di seputar Bekasi, lalu berganti wajan pada November 2007. Tempo Interaktif, Januari 2010, menulis utang bank Rp 95 juta dan sepuluh kartu kredit overlimit sebelum cabang kuning-hijau menyebar. Saat itu berita menyebut lebih dari seratus gerai. Angka cabang hidup berubah; yang tetap adalah dua piring: manis dan telur. Mini atau unyil di satu sisi, ukuran penuh di sisi lain. Halal, bungkus, kadang antar. Pesan di tempat atau aplikasi setempat. Form ini tidak menerima order.